Liburan di Pulau Enggano

Mungkin sudah gak janggal lg dikalangan tak sedikit penduduk yang ada di wilayah Sumatera khususnya di provinsi Bengkulu. Pulau itu adalah pulau terluar yang punya potensi alam juga keuangan yng, lumayan kuat, sehingga beberapa turis penggila panorama alam, banyak berlibur ke pulau ini.

Pulau Enggano merupakan sebuah pulau paling luar pada kepulauan Nusantara. Menjauh dari garis khatulistiwa menuju selatan sejauh 586 km. Dengan luasan datar 36.571,10 Hektar, memanjang Sepanjang 27.60 kilometres melalui arah barat laut mengarah tenggara maupun dr Teluk Berhau menuju Tanjung Kohoubi. Melebar 10.92 km dr timur laut ke barat daya juga dr Pelabuhan Malakoni s,d Tanjung Kioyo. Dipisahkan dengan Samudera Hindia dengan pulau Sumatera. Berkisar 173 km dari Kota Bengkulu, 124 kilometer terhadap Kota Manna, 133 kilometers dr Kota Bintuhan serta 514 kilo dr Ibukota Indonesia Jakarta.

Lokasi plus Akomodasi

Lokasi di pulau ini terdapat di kabupaten Bengkulu Utara, kecamatan Enggano, Bengkulu. Posisinya ada di arah barat daya kota Bengkulu. Buat menuju pulau itu cukup tergolong susah sebab kapal kearah pulau tersebut ngak dilakuin tiap saat, lalu lazimnya cuma dijalankan dua ataupun tiga kali dalam seminggu. Hal ini diakibatkan penyebranganya Menurut keadaan cuaca juga ombak yang tak jarang merasakan cuaca tak bersahabat di laut Bengkulu.

Untuk pergi pulau tersebut, wisatawan dipersilahkan kearah pelabuhan pulau baai yang terletak berdekatan di sentra kota serta cuma lebih kurang 28 mnt dari Bandara Fatmawati menggunakan kendaraan bermotor. Di pelabuhan pulau baai, kalian boleh menggunakan kapal yang melaksanakan jalan ke pulau itu yakni KMP Raja Enggano juga KMP Perintis, bedanya andai kita menaikin KMP Raja Enggano, pewisata bisa tiba di pelabuhan Kahyapu Enggano, sedangkan KMP Perintis pasti Sampai ke sandaran kapal Malakoni Enggano. Perjalanan bisa memakan waktu lebih kurang 14-19 jam, bergantung terhadap keadaan cuaca saat perjalanan.

Tuk fasilitas penginapan, tampaknya kurang tersedia yg memadai, hingga anda bisa menemui kepala desa dan atau kepala adat di dalam kampung setempat untuk mendapatkan tempat tinggal. Jangan khawatir, karena penduduk di pulau ini tergolong ramah kepada para pendatang. Untuk makanan juga cukup mudah, karena biasanya tuan rumah di rumah tempat anda menumpang, biasanya menyediakan makanan untuk anda, maka dari itulah penduduk sini merupakan warga yang sangat ramah dan welcome pada para wisatawan. Sedangkan untuk angkutan, anda hanya bisa menemukan mobil truk atau sebuah bus. Sayangnya, angkutan ini hanya beroperasi pada hari-hari ketika kapal datang.

Traveling

Julukan Enggano demikian, bersumber berdasarkan kosakata portugis berarti ‘marah’, situasi ini didapatkan dr cerita seorang berkebangsaan Portugis Cornelis de Houtman yng, datang pada pulau ini pada saat tahun 1596. Kini, Pulau Enggano dihuni oleh 3024 orang yang terbagi dlm 6 buah desa adalah desa Kahyapu, Kaana, Apoho, Meok, Malakoni beserta Banjarsari. Pulau itu juga memiliki 3 macam pulau mini lain lain adalah Pulau Dua, Pulau Merbau dan Pulau Bangkai, dan besar keseluruhan dengan pulau mini lainnya yakni 443 kilometer persegi.

Pulau itu Famous dengan hasil perairan ‘n pesona alam yng, tdk terjamah dengan bervariasi konstruksi. Jadi, suasana yg bisa anda dapatkan sunguh terasa alami. Pada pulau tersebut turis dapat menjumpai pantai yg kaya dgn penghasilan laut berbentuk ikan hias yng, agak agak aneh serta biota laut lain lain misalnya kepiting dan hewan bercangkang lainnya yg banyak muncul berjalan di bibir pantai. Dr permukaan lautpun wisatawan kerap bisa menemui beberapa spesies laut ini dikarenakan keadaan air yg tak bernoda. Pantai tersebut disebut dgn pantai humo.

Bukan sekedar hewan-hewan itu tadi, hamparan pasir putih yng, halus juga bakal membuat kalian terpesona melalui pemandangan alamnya. Karang-karang yg menghias pantaipun kerap difungsikan sebagai tempat mancing tuk turis yng, hobi menangkap ikan, dikarenakan tempat pada karang ini sering sebagai tempat hidup para ikan. Tuk turis yg pengen menyelami pesona bawah laut, pengunjung juga jangan gelisah. Sebab kecantikan yg ditawarkan dari keindahan bawah laut Pulau Enggano tadi kaga lebih rendah dengan tempat-tempat lainnya.

Gak puas oleh laut, masih banyak juga panorama pada bagian daratan yang mungkin difungsikan area taman alam, misalnya bernama Taman Burung Gunung Nanua. Hal ini diakibatkan munculnya jenis burung endemik yang demikian unik, yakni burung kacamata and burung celepuk.

Keadaan itu tak berarti kita harus kearah kawasan tadi supaya mendapatkan ke-2 spesies eksotik itu, mungkin anda mungkin menjumpai mereka beriringan ‘n bertengger di lingkungan pertanian masyarakat ataupun di daerah pemukiman. Burung-burung migran juga, kerap hinggap di pulau ini, terutama di dalam pohon ara yang lebih banyak berkembang di Pulau Enggano.

Di sejumlah daerah dipinggir pantai juga ditumbuhi hutan bakau yang cukup lebat, sehingga sanggup menahan abrasi air laut pada pulau tersebut. Diluar hutan bakau, kamu pun bisa mendapati hutan lebat lainnya, atau bagi pengunjung yg suka berburu, turis kerap mewujudkan kegemaran anda itu di hutan buru gunung nanua yang memiliki luas 10045 Ha. Disitu turis dapat berburu babi hutan, kerbau serta sapi liar. Hal menakjubkan yang lain yng, berada di pulau ini, diprediksi dahulunya punya berita history yng, lumayan lengkap, dikarenakan ditemukannya benteng kuno yg berdiri di desa Malakoni dan desa Apoho.

Meskipun di Pulau Enggano kaga terdapat daerah yg dicadangkan menjadi Hutan Wisata Alam. Namun potensi Pulau Enggano sebagai kawasan jalan-jalan patut di acungkan jempol. Tuk membuktikannya tentu saja melewati menelusuri dengan cara langsung. Mengitari Pulau Enggano merupakan pekerjaan yang menyenangkan sekalian memuaskan. Dapat dilewati melalui jalur perairan yaitu mempergunakan kapal bermesin tempel, namun dapat pula dgn trekking kaki. Rute travelling dgn menggunakan sampan akan dilakukan bila keadaan laut pasang. Tetapi kebalikannya, trip jalan dengan menggoes sepeda bakal begitu leluasa dinikmati jika kondisi dasar laut tak pasang.

Seluruh sisi pulau Enggano memasang Kelebihan serta menyediakan sudut panorama istimewa. Untuk itu, bisa banyak sekali aktivitas yang harus dinikmati yng, tentunya akan melengkapi memory panorama yang terdapat pada Relung golongan yg menyukai dunia petualangan.

ini ini potensi di Pulau Enggano yng, Sepanjang ini tdk tereksplorasi dgn populer :

Memperhatikan buaya

Gak susah utk mendapatkan spot buaya di Pulau Enggano. Nyaris di setiap muara kuala/sungai di ditempati oleh buaya. Bobotnya banyak, sejak dr anakan hingga berbobot sangat besar. Berdasarkan Gambaran nelayan dikawasan itu yg sudah menemui ditepi Muara Berhau, totalnya diatas sampan yang bermuatan 1.7 Ton (panjang kira-kira 7-9 m), jadi dapat dibayangkan berat buaya yg digambarkan.