3 Sebab Santiago Solari Akan Segera Disingkirkan Real Madrid

3 Sebab Santiago Solari Akan Segera Disingkirkan Real Madrid

Real Madrid menerima kekalahan 0-1 melalui Barcelona dalam laga yang diselenggarakan di Santiago Bernabeu di dalam lanjutan turnamen La Liga Minggu dini hari WIB lalu. Madrid kini mengumpulkan 48 angka dari 26 laga, sedangkan Barcelona mendapat 60 poin.

Tim Catalan kini telah nyaris pasti bakal mengangkat trofi La Liga ke-26 mereka musim ini. Di sisi lain, Los Blancos kemungkinan mesti senang dengan berakhir di peringkat ke 3.

Ini pun adalah hasil negatif ke 2 Madrid dari rival bebuyutan mereka di dalam periode 3 hari. Sebelumnya Barca menghajar mereka 3-0 di leg ke 2 semi-final Copa Del Rey buat melaju menuju laga pamungkas.

Satu-satunya kesempatan Madrid buat memenangkan trofi pada kampanye musim ini merupakan di Liga Champions. Tapi, turnamen itu pun takkan mudah buat Los Blancos.

Santiago Solari yang diangkat di bulan Oktober silam telah melakukan pekerjaan yang lumayan bagus dengan membenahi tempat mereka di klasemen liga. Tapi, lelaki dari Argentina tersebut kemungkinan takkan tinggal lama menjadi juru tak-tik Los Blancos.

Berikut ini 3 argumen yang kami rangkum dari Unosport kenapa Santiago Solari kemungkinan bakal segera disingkirkan Real Madrid menurut Sportskeeda.

Tak Bisa Perkuat Lini bertahan – Real Madrid cuma mendapat 9 clean sheet di dalam 26 laga di La Liga sepanjang ini serta kemasukan melawan nyaris seluruh kesebelasan raksasa. Barcelona telah menyarangkan 10 goal menghadapi mereka di dalam 4 laga, mencakup 5 goal di dalam pertadingan La Liga di Camp Nou pada bulan Oktober tahun kemarin.

Lebih lanjut, CSKA Moscow pun sukses menghajar keduanya 3-0 di Bernabeu di dalam laga grup Liga Champions. Mereka telah kemasukan 3 goal ataupun lebih di 5 kesempatan terpisah di kampanye musim ini, serta ini tentu tak diinginkan dari tim paling besar serta sangat sukses di planet ini.

Sergio Ramos telah jadi bintang yang mengesankan untuk Real serta bermain di lebih dari 600 laga buat mereka. Tapi, kini bisa dibuktikan jika Ramos telah melewati era jayanya serta tak dapat memimpin barisan defensif mereka lagi. Ia nyaris berumur 34 tahun serta tak mencengangkan apabila itu merupakan kampanye musim terakhirnya di tim.

Raphael Varane merupakan pemain bertahan tengah yang elegan, namun tak lumayan hebat buat memimpin barisan defensif Los Blancos. Alhasil, perpaduan Ramos serta Varane beberapa kali nampak kewalahan buat mengatasi kecepatan serta trik pemain depan musuh.

Tak Bereksperimen dengan Formasi Anyar – Real Madrid telah berlaga dengan formasi 4-3-3 di nyaris seluruh laga di kampanye musim ini serta Solari tidak bereksperimen dengan formasi lainnya walau tak mendapat pencapaian yang diharapkan. Kelemahan barisan defensif mereka diekspos oleh striker elit seperti Barcelona, tapi Solari tak coba formasi lainnya seperti 4-2-3-1 misalnya.

Menurunkan Casemiro serta Federico Valverde menjadi double pivot bakal memperkuat lini bertahan mereka, sebab bakal memberi perlindungan yang setingkat lebih bagus untuk pemain bertahan tengah mereka. Casemiro merupakan pemain berposisi gelandang yang baik serta memiliki Valverde di sisinya bakal memungkinkannya meredam bintang seperti Lionel Messi serta Luis Suarez.

Amat jelas jika Toni Kroos tak dapat memberikan kontribusi kala bertahan serta sebab itu, dia mungkin tidak diikutsertakan dari starting XI kontra Barcelona. Tapi, Solari menurunkan perpaduan sektor tengah dari Kroos serta Luka Modric dan mesti menanggung akibatnya. Ia menarik Kroos serta memasukkan Valverde pada fase ke 2, namun rasa-rasanya telah terlambat.

Menurunkan Valverde serta Casemiro menjadi pemain berposisi gelandang bertahan juga bakal membikin Modric terus melakukan serangan serta juga melepas operan berkualitas menuju pemain sayap Vinicius Junior serta Lucas Vazquez. Kroos merupakan pengoper bola yang amat bagus, namun tak dapat menjaga penguasaan bola sebanyak yang semestinya kala berlaga di dalam formasi 4-3-3.

Madrid Kemungkinan Bakal Cepat Tereliminasi pada Seluruh Turnamen – Real Madrid sesungguhnya beresiko menuntaskan kampanye musim tanpa gelar sebab satu-satunya kesempatan realistis yang mereka punya cuma pada Liga Champions. Lebih lanjut, amat tak mudah meraih 4 gelar Liga Champions dengan cara berturut-turut sebab tak ada kesebelasan yang sudah mengerjakannya di dalam 59 musim terakhir. Terlebih, mereka telah kehilangan Cristiano Ronaldo yang memiliki peran vital di dalam mendapat 3 piala Liga Champions dengan cara berturut-turut buat Los Blancos.

Bila kita melihat laporan ini http://www.unosport.tv/results hasil negatif kontra Barcelona kemarin hampir merusak asa mereka buat mengangkat trofi liga ke-34 mereka. Barcelona telah menendang Madrid dari Copa Del Rey. Madrid memang sukses menjuarai Piala Dunia Antar Klub, namun ini tak terlampau bergengsi.

Meraih Liga Champions ataupun setidak-tidaknya finis di peringkat kedua masih dapat menyelamatkan pekerjaan Solari, namun hal tersebut jelas tak mudah mengingat penampilan Madrid di sejumlah turnamen akhir-akhir ini. Mereka diprediksi dapat melaju menuju perempat-final dengan menendang Ajax Amsterdam usai unggul 2-1 pada leg perdana di Amsterdam, namun turnamen bakal makin berat secara bertahap.

Real kemungkinan bakal melawan klub-klub seperti PSG, Manchester City ataupun Bayern Munchen di perempat-final serta mereka dapat jadi batu sandungan buat armada Solari. Madrid selalu jadi kesebelasan yang kuat di Liga Champions, namun prestasi mengerikan yang mereka punya kemungkinan tak dapat menyelamatkan mereka musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.