Agen Tutup Kans Valero Balik ke Fiorentina

Masa depan Borja Valero di Inter Milan tengah simpang siur. Kondisi ini menjadikan dirinya balik lagi dihubungkan dengan tim lamanya, Fiorentina.

Kesepakatan kontrak Borja Valero di Inter Milan tengah menyisakan 1 tahun lagi. Namun ke 2 belah pihak hingga sekarang tidak membicarakan pembaruan kesepakatan kontrak. Hal itu juga memicu pendapat jika sang pemain berposisi gelandang bakal dijual menuju Fiorentina sebelum jendela transfer musim panas ditutup.

Namun wacana itu ditolak mentah-mentah oleh agen sang bintang, Alejandro Camano. Kendati mengaku jika anak asuhnya ini tetap mencintai La Viola, dia tak melihat kesempatan sang bintang balik lagi.

“Fiorentina merupakan kesebelasan yang Borja cinta dan Firenze merupakan kota yang terus menjadikannya nyaman kayak di rumahnya sendiri. Bagaiman juga, ia masih memiliki sisa kesepakatan kontrak 1 tahun lagi di Inter, ” tutur Camano pada Gazzetta dello Sport, Rabu (31/7).

“Dia merupakan bintang yang memiliki banderol tinggi dan upah raksasa. Dengan faktor ini aku kira kami tak memiliki peluang untuk pergi dari Inter sekarang dan balik lagi menuju Fiorentina, ” lanjut sang agen.

Musim kemarin Borja Valero bermain di dalam 27 penampilan di seluruh turnamen. Namun performanya ini lebih banyak berawal dari kursi pemain pengganti.

Sekarang dengan kedatangan banyak pemain berposisi gelandang anyar di Inter sebagaimana Nicolo Barella dan Stefano Sensi, nyaris dipastikan apabila bintang dari Spanyol ini kehilangan posisinya di kesebelasan inti.

Cazorla dan Villareal Setuju Perpanjang Kesepakatan kontrak

Pemain berposisi gelandang tim nasional Spanyol, Santi Cazorla, menambah durasi kesepakatan kontrak bareng Villareal. Mantan bintang Arsenal ini bakal masih terus bareng Yellow Submarine pada kompetisi musim 2019-20.

Pengumuman pembaruan kesepakatan kontrak Santi Cazorla dikerjakan pada Kamis (13/6/2019) berbarengan dengan pengumuman tiket musiman. Villareal menyodorkan penambahan kerja sama mengingat performa memikat Cazorla sepanjang kompetisi musim 2018-19.

“Satu-satunya tujuan aku ialah masih di sini dan aku menghargai suport tim dan staf pelatih, ” tutur Cazorla.

“Villarreal CF dan Santi Cazorla sudah mencapai kata sepakat perjanjian kontrak yang bakal diperpanjang untuk kompetisi musim 2019-20, ” tulis pengakuan resmi tim diberitakan BeIn Sports dilansir Football5star. com.

Cazorla pernah membela Yellow Submarine sebelum gabung menuju Malaga di tahun 2011. Kemudian, usai dari Malaga, gelandang berumur 34 tahun ini pindah menuju Liga Inggris untuk membela Arsenal.

Di Arsenal, Cazorla berlaga sepanjang 6 tahun dari 2012 sampai 2018 dengan 180 penampilan dan menyarangkan 29 goal. Bareng The Gunners, Cazorla sempat melakoni pucuk kariernya dibawah bimbingan Arsene Wenger dengan memenangkan 2 Piala FA dan 2 Community Shiled.

Namun begitu, 3 tahun terakhirnya di Arsenal, Santi Cazorla sering dilanda cedera dan nyaris mengakhiri karier sepakbola. Nasib bagus balik lagi menghinggapinya saat balik lagi menuju Villareal dan memperoleh panggilan membela tim nasional Spanyol di dalam turnamen Kualifikasi Piala Eropa 2020.

Santi Cazorla sukses mengoleksi 79 caps bareng tim nasional Spanyol dan ikut membela La Furia Roja di dalam kompetisi Piala Eropa 2008 dan 2012 dan main di Piala Dunia 2014.

Mantan Chelsea Desak Maurizio Sarri Diberikan Waktu Tambahan

Mantan pemain bertahan Chelsea, Frank Leboeuf, menyatakan jika Maurizio Sarri layak mendapat peluang kompetisi musim berikutnya. Anggapannya, Maurizio Sarri telah sukses mendapat incaran yang diberi oleh manajemen Chelsea kompetisi musim ini.

Selama kompetisi musim 2018-19, The Blues tidak berhasil memperlihatkan performa yang stabil. Tapi, mereka sukses mengunci zona Liga Champions dan tetap berpotensi demi mengamankan piala Liga Europa.

“Saya merupakan orang yang tidak segan-segan memberi peluang ke 2 pada siapa aja. Walau Chelsea tidak berhasil main maksimal kompetisi musim ini, aku pikir, mereka mesti menjaga Sarri setidak-tidaknya sampai penghujung kompetisi musim berikutnya, ” tutur Frank Leboeuf dilansir dari laman Daily Mirror.

“Sarri berhak mendapat peluang ke 2 jika Chelsea sukses memenangkan trofi Liga Europa dan mendapat tiket untuk menembus Liga Champions kompetisi musim berikutnya, ia berhak mendapat peluang ke 2, ” imbuhnya.

Salah satu kebijakan Maurizio Sarri yang menuai tidak sedikit kecaman ialah, keputusannya untuk merubah tugas N’Golo Kante ke tempat yang lebih menyerang. Frank Leboeuf juga ikut mempertanyakan keputusan yang memicu kontroversi itu.

“Saya tentu tidak sepakat dengan setiap kebijakannya. Kayak merubah tugas dari N’Golo Kante dari gelandang bertahan jadi salah satu bintang dengan peran menyerang di lini sebelah kanan. ”

“Tapi, jika dewan tim berpikir jika Sarri merupakan orang yang ideal untuk mengantarkan kesuksesan, maka ia seharusnya mendapat perpanjangan waktu untuk memenuhi kewajibannya, ” tambahnya.

Skriniar: Tak Ada Masalah dengan Icardi

Pemain bertahan Inter Milan, Milan Skriniar, mengatakan ia serta rekan-rekan satu tim tak bermasalah dengan Mauro Icardi.

Icardi sudah balik lagi latihan bareng I Nerazzurri saat Selasa (26/3/2019). Striker tim nasional Argentina ini sudah tidak ikut serta semenjak tidak lagi didapuk menjadi kapten kesebelasan di pertengahan Februari yang lalu.

Tim Inter pertama kali mengabarkan Icardi dihantam cedera lutut. Namun begitu, datang juga isu yang mengatakan pemain-pemain tak mengagumi sosok striker dari Argentina itu.

Kondisi itu memicu isu keberangkatan Icardi dari Giuseppe Meazza di bursa transfer musim panas tahun yang akan datang. Eks punggawa Sampdoria ini dikatakan masuk radar tim-tim besar Eropa, sebagaimana Juventus, Real Madrid serta Manchester United.

Milan Skriniar meminta kondisi keruh cepat usai. Ia berharap Mauro Icardi buat cepat menuntaskan permasalahannya bersama manajemen Inter Milan hingga dapat memusatkan perhatian ke gelanggang hijau.

“Anda mesti bertanya pada Mauro Icardi tentang apa yang berlangsung, ” tutur Milan Skriniar, sebagaimana ditulis Football Italia.

“Tentu saja, pemain-pemain tak punya problem dengan dirinya serta begitu pula sebaliknya. Tergantung dirinya buat menuntaskan kondisi itu, ” kata pemain bertahan tim nasional Slowakia itu.

3 Sebab Santiago Solari Akan Segera Disingkirkan Real Madrid

Real Madrid menerima kekalahan 0-1 melalui Barcelona dalam laga yang diselenggarakan di Santiago Bernabeu di dalam lanjutan turnamen La Liga Minggu dini hari WIB lalu. Madrid kini mengumpulkan 48 angka dari 26 laga, sedangkan Barcelona mendapat 60 poin.

Tim Catalan kini telah nyaris pasti bakal mengangkat trofi La Liga ke-26 mereka musim ini. Di sisi lain, Los Blancos kemungkinan mesti senang dengan berakhir di peringkat ke 3.

Ini pun adalah hasil negatif ke 2 Madrid dari rival bebuyutan mereka di dalam periode 3 hari. Sebelumnya Barca menghajar mereka 3-0 di leg ke 2 semi-final Copa Del Rey buat melaju menuju laga pamungkas.

Satu-satunya kesempatan Madrid buat memenangkan trofi pada kampanye musim ini merupakan di Liga Champions. Tapi, turnamen itu pun takkan mudah buat Los Blancos.

Santiago Solari yang diangkat di bulan Oktober silam telah melakukan pekerjaan yang lumayan bagus dengan membenahi tempat mereka di klasemen liga. Tapi, lelaki dari Argentina tersebut kemungkinan takkan tinggal lama menjadi juru tak-tik Los Blancos.

Berikut ini 3 argumen yang kami rangkum dari Unosport kenapa Santiago Solari kemungkinan bakal segera disingkirkan Real Madrid menurut Sportskeeda.

Tak Bisa Perkuat Lini bertahan – Real Madrid cuma mendapat 9 clean sheet di dalam 26 laga di La Liga sepanjang ini serta kemasukan melawan nyaris seluruh kesebelasan raksasa. Barcelona telah menyarangkan 10 goal menghadapi mereka di dalam 4 laga, mencakup 5 goal di dalam pertadingan La Liga di Camp Nou pada bulan Oktober tahun kemarin.

Lebih lanjut, CSKA Moscow pun sukses menghajar keduanya 3-0 di Bernabeu di dalam laga grup Liga Champions. Mereka telah kemasukan 3 goal ataupun lebih di 5 kesempatan terpisah di kampanye musim ini, serta ini tentu tak diinginkan dari tim paling besar serta sangat sukses di planet ini.

Sergio Ramos telah jadi bintang yang mengesankan untuk Real serta bermain di lebih dari 600 laga buat mereka. Tapi, kini bisa dibuktikan jika Ramos telah melewati era jayanya serta tak dapat memimpin barisan defensif mereka lagi. Ia nyaris berumur 34 tahun serta tak mencengangkan apabila itu merupakan kampanye musim terakhirnya di tim.

Raphael Varane merupakan pemain bertahan tengah yang elegan, namun tak lumayan hebat buat memimpin barisan defensif Los Blancos. Alhasil, perpaduan Ramos serta Varane beberapa kali nampak kewalahan buat mengatasi kecepatan serta trik pemain depan musuh.

Tak Bereksperimen dengan Formasi Anyar – Real Madrid telah berlaga dengan formasi 4-3-3 di nyaris seluruh laga di kampanye musim ini serta Solari tidak bereksperimen dengan formasi lainnya walau tak mendapat pencapaian yang diharapkan. Kelemahan barisan defensif mereka diekspos oleh striker elit seperti Barcelona, tapi Solari tak coba formasi lainnya seperti 4-2-3-1 misalnya.

Menurunkan Casemiro serta Federico Valverde menjadi double pivot bakal memperkuat lini bertahan mereka, sebab bakal memberi perlindungan yang setingkat lebih bagus untuk pemain bertahan tengah mereka. Casemiro merupakan pemain berposisi gelandang yang baik serta memiliki Valverde di sisinya bakal memungkinkannya meredam bintang seperti Lionel Messi serta Luis Suarez.

Amat jelas jika Toni Kroos tak dapat memberikan kontribusi kala bertahan serta sebab itu, dia mungkin tidak diikutsertakan dari starting XI kontra Barcelona. Tapi, Solari menurunkan perpaduan sektor tengah dari Kroos serta Luka Modric dan mesti menanggung akibatnya. Ia menarik Kroos serta memasukkan Valverde pada fase ke 2, namun rasa-rasanya telah terlambat.

Menurunkan Valverde serta Casemiro menjadi pemain berposisi gelandang bertahan juga bakal membikin Modric terus melakukan serangan serta juga melepas operan berkualitas menuju pemain sayap Vinicius Junior serta Lucas Vazquez. Kroos merupakan pengoper bola yang amat bagus, namun tak dapat menjaga penguasaan bola sebanyak yang semestinya kala berlaga di dalam formasi 4-3-3.

Madrid Kemungkinan Bakal Cepat Tereliminasi pada Seluruh Turnamen – Real Madrid sesungguhnya beresiko menuntaskan kampanye musim tanpa gelar sebab satu-satunya kesempatan realistis yang mereka punya cuma pada Liga Champions. Lebih lanjut, amat tak mudah meraih 4 gelar Liga Champions dengan cara berturut-turut sebab tak ada kesebelasan yang sudah mengerjakannya di dalam 59 musim terakhir. Terlebih, mereka telah kehilangan Cristiano Ronaldo yang memiliki peran vital di dalam mendapat 3 piala Liga Champions dengan cara berturut-turut buat Los Blancos.

Bila kita melihat laporan ini http://www.unosport.tv/results hasil negatif kontra Barcelona kemarin hampir merusak asa mereka buat mengangkat trofi liga ke-34 mereka. Barcelona telah menendang Madrid dari Copa Del Rey. Madrid memang sukses menjuarai Piala Dunia Antar Klub, namun ini tak terlampau bergengsi.

Meraih Liga Champions ataupun setidak-tidaknya finis di peringkat kedua masih dapat menyelamatkan pekerjaan Solari, namun hal tersebut jelas tak mudah mengingat penampilan Madrid di sejumlah turnamen akhir-akhir ini. Mereka diprediksi dapat melaju menuju perempat-final dengan menendang Ajax Amsterdam usai unggul 2-1 pada leg perdana di Amsterdam, namun turnamen bakal makin berat secara bertahap.

Real kemungkinan bakal melawan klub-klub seperti PSG, Manchester City ataupun Bayern Munchen di perempat-final serta mereka dapat jadi batu sandungan buat armada Solari. Madrid selalu jadi kesebelasan yang kuat di Liga Champions, namun prestasi mengerikan yang mereka punya kemungkinan tak dapat menyelamatkan mereka musim ini.

Emery: Arsenal Kalah Karena Kartu Merah

Arsenal harus menderita pil pahit kala bertamu ke kamp Rennes pada permainan pertama 16 besar Liga Europa, Jumat (8/3/2019) dinihari WIB. Pemain Unai Emery itu diharuskan bertekuk lutut 1-3 dari tim dari Prancis tersebut.

Tim Inggris itu sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna. Buktinya mereka telah menang saat laga sudah berjalan hingga menit ke-3 melalui Alex Iwobi. Namun kondisi begitu saja berubah drastis saat Sokratis memperoleh kartu merah saat laga sudah berjalan hingga menit ke-41.

Berlaga dengan sepuluh bintang itulah yang jadi faktor hasil negatif Arsenal menurut Emery. Dia menyatakan para pemainnya telah berlaga bagus sebelum Sokratis diusir wasit menyambut fase pertama usai.

“Pada 40 menit pertama aku rasa kami mengendalikan segalanya, kami menyarangkan goal dan team saya tak memberi mereka kesempatan yang baik. Namun usai kartu merah, segalanya berubah. Kondisi itu lebih dari yang kami harapkan dan aku kira kami dapat berbuat setingkat lebih bagus lagi, ” tutur Emery.

“Skor 1-3 sulit untuk kami, namun kami bakal mengawali laga selanjutnya seperti pada umumnya. Kami harus merubah penampilan dan aku memiliki keyakinan diri di pemain. Apalagi pendukung bakal senantiasa membuat atmosfer besar buat menyuport kami, ” katanya.

Tak cuma mempengaruhi pencapaian akhir, kartu merah itu jua mengharuskan juru tak-tik dari Spanyol ini menggeser tempat Henrikh Mkhitaryan jadi pemain bertahan sebelah kanan untuk menambal lubang yang ditinggalkan Sokratis.

“Setelah kartu merah aku mau memegang tempat sebab pada fase ke 2 kami perlu bintang baru yang setingkat lebih menyerang. Aku pikir Mkhitaryan bekerja dengan amat bagus dan ia tak masalah dengan hal itu, ” ungkapnya.

Lukaku Tenang Manchester United Dilanda Cedera

Manchester United harus menelan pil pahit kala melawan Liverpool pada akhir minggu lalu. Sebab 3 pemain tulang punggung mereka dihantam cedera. Namun hal itu tak membikin sang ujung tombak, Romelu Lukaku, khawatir.

Seperti yang diketahui, Setan Merah sudah dipaksa kehilangan 3 pemain di babak pertama usai Juan Mata, Ander Herrera, serta Jesse Lingard pergi dari rumput hijau lebih cepat. Kemungkina besar ke-3 nya dihantam cedera lutut.

Meski begitu Lukaku tak memandang itu sebagai krisis di dalam kesebelasannya. Dia malah percaya United dapat mengatasi soal itu bersama mengandalkan bintang yang di miliki.

“Kami terus berlaga dengan bagus sebagai kesebelasan. Apa yang seharusnya kami kerjakan adalah jika kami dapat berduel di dalam kondisi apapun. Apabila salah satu pemain cedera kami terus dapat memastikan pemain lainnya masuk serta menjadi penggantinya dengan bagus, ” tutur Lukaku pada Sky Sports.

“Kami sukses mengatasi soal ini kemarin serta itu membuat aku girang. Aku kira staf pelatih berbuat pekerjaan dengan bagus guna memberi tahu kami supaya dapat tetap main dengan kondisi apapun, ” sambungnya.

Ujung tombak dari Belgia itu memang tak girang sebab MU tidak berhasil menghajar Liverpool di Old Trafford. Namun dia bersyukur kesebelasannya tak menerima kekalahan dengan kondisi 3 temannya dihantam cedera.

Situasi Setan Merah ini mungkin tambah fatal. Sebab ujung tombak tulang punggung mereka, Marcus Rashford, jua mendapatkan sedikit masalah pada pahanya. Sampai sekarang tim medis masih menjalankan pemeriksaan.

Ini Alasan Persija Tak Masukkan Simic ke Skuat Piala AFC

Pelatih Persija Jakarta, Marsekal Arhi Tjahjoko, mengeluarkan pengakuan soal Marko Simic. Bintang asal Kroasia tersebut tak masuk di dalam skuat Macan Kemayoran guna Piala AFC 2019.

Ardhi mengatakan bahwa manajemen sudah memikirkan secara komprehensif soal tak dipanggilnya Simic. Faktor utamanya adalah kasus hukum yang tengah menimpanya di Australia beberapa waktu lalu.

“Simic memang tak kami daftarkan karena kasusnya di sana. Setelah rombongan saya pertimbangkan, kami tidak mau berjudi dengan memasukkan namanya. Ini tentang sidang ke 2 yang perlu ia jalani pada April, ” ucapnya pada wartawan.

“Intinya, rombongan saya tidak mau menerka-nerka kasusnya kapan dapat selesai. Jika sebelum Maret sudah beres tentu rombongan saya akan masukkan dia, namun kondisinya kan tidak begitu. Dikhawatirkan proses hukumnya memakan waktu setingkat lebih lama ketimbang jadwal Persija Jakarta pada AFC.

Sebelumnya, Persija sendiri sudah merilis 26 pemain guna diikutsertakan di dalam Piala AFC 2019. Dari lini serang, muncul nama Silvio Escobar sebagai pengganti Simic untuk menambah daya dobrak.

Macan Kemayoran akan melawan Becamex Donh Huang di Selasa (26/2). Main di hadapan fans sendiri, membikin tim ibukota diprediksi bakal tampil habis-habisan untuk mengamankan 3 angka pada laga pertama.

Ferry Paulus Heran Tentang Kostum Kuning Persija Jakarta

Manajer Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengakui bingung oleh munculnya jersey warna kuning di tim ibukota. Menurut pendapatnya, keputusan itu dieksekusi tanpa mengikutsertakan dirinya.

Persija Jakarta 2 kali mengenakan jersey berwarna kuning dalam 2 pertandingan pamungkas kualifikasi Liga Champions Asia. Masing-masing ketika menghadapi Home United serta Newcastle Jets. Ferry Paulus menyatakan, ia kecolongan mengenai pemilihan warna yang dipakai Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

“Untuk seragam tidak, aku cuma tercengang tersedia warna kuning. Aku pun tidak begitu tahu, aku tak mau berpolemik. Jika diberi pertanyaan ke aku, aku takkan memilih kuning, ” sebutnya kala ditemui pada Kamis (14/2) sore.

Soal hal itu, Ferry Paulus menyatakan bakal cepat bertindak guna menghindari pembiaran penggunaan warna kuning. Anggapannya, warna itu sama sekali tak sempat terlintas pada benaknya buat jadi warna jersey Persija.

“Dalam waktu dekat kami bakal adakan pertemuan bersama dewan Specs. Nantinya tentu tersedia beberapa hal yang bakal dibicarakan mencakup tentang ini. Tentu mendatang bakal diutarakan ke mereka sebab sejauh ini kan klub identik dengan warna merah, ” jelasnya kembali.

Persija Jakarta tidak berhasil melaju ke putaran grup Liga Champions Asia. Di partai tandang ke Australia beberapa hari kemarin, kesebelasan ibukota dihajar tuan rumah Newcastle Jets dengan kedudukan 1-3.

Dengan begitu, mereka bakal kembali tampil dalam putaran grup AFC Cup kayak musim kemarin. Kala itu, langkah mereka terhenti dalam putaran semi-final zona ASEAN oleh Home United.

Van Dijk: Liverpool Bakal Habis-habisan Kejar City

Pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk, menyatakan kesebelasannya bakal habis-habisan memburu Manchester City. Dia yakin The Reds dapat berhasil kampanye musim ini.

Liverpool unggul 2-0 melawan Fulham di lanjutan laga Liga Inggris yang digelar di Anfield, hari Minggu (11/11) malam WIB. Goal The Reds dicetak Mohamed Salah serta Shaqiri.

Dengan hasil positif itu, Liverpool ada pada posisi 2 klasemen sementara Liga Inggris. The Reds terpaut 2 poin melalui Manchester City di puncak klasemen.

“Kami merebut kemenangan jadi kami mengerjakan dengan amat bagus dan sudah membikin awal yang setingkat lebih bagus dari musim kemarin. Kami mesti kerap membangun team, membenahi kondisi. Itu merupakan pertanda bagus jika kami terus meningkat. Kami berupaya buat senantiasa bekerja,” tutur Van Dijk pada website resmi tim.

“Bisakah kami memburu City? Ini merupakan sesuatu yang masih harus kita saksikan. Mereka merupakan jawara dan kesebelasan paling baik di liga namun kami bakal coba semuanya buat jadi sebagus yang kami mampu. Kami tak perlu menyaksikan orang lain, kami mau menyaksikan performa yang kami punya serta tantangan selanjutnya yang kami punya ialah tandang menuju Watford, yang bakal jadi sulit.”

“Buat kami tantangannya ialah untuk memenangkan pertandingan ataupun coba buat meraih tiap-tiap laga yang tersedia di hadapan kami. Kampanye musim ini amat lama. City takkan memenangkan tiap-tiap laga dengan skor 5-0 dan bakal punya performa yang sulit, sama seperti yang lain. Kami harus menyaksikan apakah yang kami punya di hadapan kami serta ini lebih penting  ketimbang menyaksikan orang lain. Itu merupakan satu-satunya jalan menuju ke depan,” Van Dijk menutup perbincangan.